Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
NANDA WAHYU PRANATA: KMD\KEMUHAAMMADIYAHAN:Majelis Tarjih dan Tajdid · Mempergiat pengkajian dan penelitian ajaran Islam · Menyampaikan fatwa dan pertimbangan kepada Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah · Membantu Pimpinan dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas ulama · Mengarahkan perbedaan pendapat/faham dalam bidang agama ke arah yg lebih banyak maslahat-nya.
Majelis Tabligh · Memimpin pelaksanaan dakwah islamiyah di bidang tabligh secara terencana dan dalam program jelas. · Pembinaan dan peningkatan kegiatan dan gerak mubaligh. Contoh ; membentuk Korps Mubaligh Muhammadiyah · Menggerakkan pengkajian · Menggembirakan kegiatan ibadah · Menyelenggarakan pendidikan dan kaderisasi mubaligh dan khatib.
Majelis Pendidikan Tinggi · Membantu persyarikatan dalam penyelenggaraan Pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah · Membantu persyarikatan dalam penyelenggaraan kegiatan kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sbg kurikulum Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM)
Majelis Pembina Kesehatan Umum · Menggerakkan dan menghidup-hidupkan amal tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa dalam bidang kesehatan. · Mengembangkan amal usaha dalam bidang kesehatan.
Majelis Pendidikan Kader · Mengembangkan sistem dan melaksanakan perkaderan di semua tingkatan · Membina dan menggerakkan angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) shg mjd muslim yg berguna. · Mengkoordinasi transformasi kader · Mengembangkan data base kader sesuai dengan keahliannya.
Majelis Pustaka dan Informasi · Memberikan informasi kesadaran dan gerak (aksi) Muhammadiyah kepada masyarakat.
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan · Membimbing masyarakat ke arah perbaikan kehidupan dan penghidupan ekonomi sesuai dengan ajaran Islam. · Membimbing dan menggerakkan kemampuan anggota dalam meningkatkan usaha perekonomiannya sehingga mampu menunaikan kewajiban agama terhadap hartanya serta memberi manfaat bagi gerak dan amal usaha persyarikatan.
Majelis Lingkungan Hidup · Melakukan berbagai studi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penyadaran tentang pentingnya pengelolaan lingkungan hidup. · Melakukan upaya untuk pemeliharaan, pelestarian dan pemberdayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat.
Majelis Pemberdayaan Masyarakat · Meningkatkan pendapatan masyarakat marjinal · Melakukan advokasi publik · Menjadi pusat penanganan krisis, termasuk penanganan bencana alam.
Majelis Pelayanan Sosial · Menggerakkan dan menghidupkan amal usaha dalam bidang sosial · Merealisasikan amal usaha sosial sebagai sarana dakwah dan perkaderan
Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia · Melakukan penyadaran akan hak dan kewajiban individual dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara pada konteks hukum sbg ikhtiar besar dalam menata masyarakat madani
Majelis Wakaf dan Kehartabendaan · Menggembirakan dan membimbing masyarakat u/ berwakaf serta membangun dan memelihara tempat ibadah · Membimbing masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq, shodaqoh, hibah dan wakaf
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah · Memajukan dan memperbarui pendidikan dasar dan menengah · Merealisasikan amal usaha pendidikan sbg sarana dakwah dan perkaderan. · Mengusahakan peningkatan dan standarisasi kesejahteraan pengelola AUM Dikdasmen
m bagus abu bakar KMD: -Tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah sangatlah banyak dan kompleks. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara bukanlah tugas yang kecil untuk dilaksanakan. Pimpinan mengemban tugas yang berat untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang unsur pembantu pimpinan. Sebagai wujudnya berupa majelis dan Lembaga, badan dan biro Muhammadiyah. Unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah berperan membantu pelaksanaan tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah.
a. Macam-macam Majelis
Ada 8 macam Majelis yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam Majelis Muhammadiyah. 1. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus 2. Majelis Tarjih dan Tandus 3. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan 4. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani 6. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat 7. Majelis Wakaf dan Zakat, Infaq, dan Sadaqah 8. Majelis Ekonomi
b. Macam-macam Lembaga
Ada 9 macam lembaga yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam lembaga Muhammadiyah. 1. Lembaga Hikmah dan Hubungan Luar Negeri 2. Lembaga Pemberdayaan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia 3. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi 4. Lembaga Seni Budaya 5. Lembaga Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan 6. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup 7. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah 8. Lembaga Pustaka dan Informasi 9. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
-Tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah sangatlah banyak dan kompleks. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara bukanlah tugas yang kecil untuk dilaksanakan. Pimpinan mengemban tugas yang berat untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang unsur pembantu pimpinan. Sebagai wujudnya berupa majelis dan Lembaga, badan dan biro Muhammadiyah. Unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah berperan membantu pelaksanaan tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah.
a. Macam-macam Majelis
Ada 8 macam Majelis yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam Majelis Muhammadiyah. 1. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus 2. Majelis Tarjih dan Tandus 3. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan 4. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani 6. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat 7. Majelis Wakaf dan Zakat, Infaq, dan Sadaqah 8. Majelis Ekonomi
b. Macam-macam Lembaga
Ada 9 macam lembaga yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam lembaga Muhammadiyah. 1. Lembaga Hikmah dan Hubungan Luar Negeri 2. Lembaga Pemberdayaan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia 3. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi 4. Lembaga Seni Budaya 5. Lembaga Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan 6. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup 7. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah 8. Lembaga Pustaka dan Informasi 9. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
-Tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah sangatlah banyak dan kompleks. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara bukanlah tugas yang kecil untuk dilaksanakan. Pimpinan mengemban tugas yang berat untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang unsur pembantu pimpinan. Sebagai wujudnya berupa majelis dan Lembaga, badan dan biro Muhammadiyah. Unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah berperan membantu pelaksanaan tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah.
a. Macam-macam Majelis
Ada 8 macam Majelis yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam Majelis Muhammadiyah. 1. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus 2. Majelis Tarjih dan Tandus 3. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan 4. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah 5. Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani 6. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat 7. Majelis Wakaf dan Zakat, Infaq, dan Sadaqah 8. Majelis Ekonomi
b. Macam-macam Lembaga
Ada 9 macam lembaga yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam lembaga Muhammadiyah. 1. Lembaga Hikmah dan Hubungan Luar Negeri 2. Lembaga Pemberdayaan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia 3. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi 4. Lembaga Seni Budaya 5. Lembaga Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan 6. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup 7. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah 8. Lembaga Pustaka dan Informasi 9. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan
B. Sejarah Perumusan PHIWM PHIWM dirumuskan dengan pertimbangan dan latar belakang sebagai berikut: 1. Kepentingan akan adanya pedoman yang dijadikan acuan bagi segenap anggota Muhammadiyah dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara 2. Perubahan sosial politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pasca reformasi yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan dan dinamika persyarikatan Muhammadiyah 3. Pergeseran alam pikiran masyarakat yang cenderung pragmatis, materialistik dan hedonistik sebgai bentuk gaya hidup masyarakat modern memasuki era abad ke-21 4. Masukknya budaya asing secara meluas dan kebudayaan masyarakat dunia yang majemuk dan semakin nyata dalam kehidupan berbangsa daj bernegara 5. Perubahan orintasi nilai sikap dalam berMuhammadiyah karena berbagai faktor internal dan eksternal yang memerlukan standar nilai dan norma yang jelas dari persyarikatan Muhammadiyah. C. Hakekat dan Fungsi Landasan dan sumber PHIWM adalah Al...
m bagus abu bakar
BalasHapusPAI:
. Niat
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
16. Ruku'
17. I'tidal
18. Sujud
19. Duduk di antara dua sujud dengan
20. Sujud kedua
21. Duduk tasyahud
22. Salam
23. Mendengarkan khotbah dengan khusyu
NANDA WAHYU PRANATA:
BalasHapusPAI:1. Niat
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
16. Ruku'
17. I'tidal
18. Sujud
19. Duduk di antara dua sujud dengan
20. Sujud kedua
21. Duduk tasyahud
22. Salam
23. Mendengarkan khotbah dengan khusyu
NANDA WAHYU PRANATA:
BalasHapusKMD\KEMUHAAMMADIYAHAN:Majelis Tarjih dan Tajdid
· Mempergiat pengkajian dan penelitian ajaran Islam
· Menyampaikan fatwa dan pertimbangan kepada Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah
· Membantu Pimpinan dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas ulama
· Mengarahkan perbedaan pendapat/faham dalam bidang agama ke arah yg lebih banyak maslahat-nya.
Majelis Tabligh
· Memimpin pelaksanaan dakwah islamiyah di bidang tabligh secara terencana dan dalam program jelas.
· Pembinaan dan peningkatan kegiatan dan gerak mubaligh. Contoh ; membentuk Korps Mubaligh Muhammadiyah
· Menggerakkan pengkajian
· Menggembirakan kegiatan ibadah
· Menyelenggarakan pendidikan dan kaderisasi mubaligh dan khatib.
Majelis Pendidikan Tinggi
· Membantu persyarikatan dalam penyelenggaraan Pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah
· Membantu persyarikatan dalam penyelenggaraan kegiatan kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sbg kurikulum Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM)
Majelis Pembina Kesehatan Umum
· Menggerakkan dan menghidup-hidupkan amal tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa dalam bidang kesehatan.
· Mengembangkan amal usaha dalam bidang kesehatan.
Majelis Pendidikan Kader
· Mengembangkan sistem dan melaksanakan perkaderan di semua tingkatan
· Membina dan menggerakkan angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) shg mjd muslim yg berguna.
· Mengkoordinasi transformasi kader
· Mengembangkan data base kader sesuai dengan keahliannya.
Majelis Pustaka dan Informasi
· Memberikan informasi kesadaran dan gerak (aksi) Muhammadiyah kepada masyarakat.
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan
· Membimbing masyarakat ke arah perbaikan kehidupan dan penghidupan ekonomi sesuai dengan ajaran Islam.
· Membimbing dan menggerakkan kemampuan anggota dalam meningkatkan usaha perekonomiannya sehingga mampu menunaikan kewajiban agama terhadap hartanya serta memberi manfaat bagi gerak dan amal usaha persyarikatan.
Majelis Lingkungan Hidup
· Melakukan berbagai studi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penyadaran tentang pentingnya pengelolaan lingkungan hidup.
· Melakukan upaya untuk pemeliharaan, pelestarian dan pemberdayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat.
Majelis Pemberdayaan Masyarakat
· Meningkatkan pendapatan masyarakat marjinal
· Melakukan advokasi publik
· Menjadi pusat penanganan krisis, termasuk penanganan bencana alam.
Majelis Pelayanan Sosial
· Menggerakkan dan menghidupkan amal usaha dalam bidang sosial
· Merealisasikan amal usaha sosial sebagai sarana dakwah dan perkaderan
Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia
· Melakukan penyadaran akan hak dan kewajiban individual dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara pada konteks hukum sbg ikhtiar besar dalam menata masyarakat madani
Majelis Wakaf dan Kehartabendaan
· Menggembirakan dan membimbing masyarakat u/ berwakaf serta membangun dan memelihara tempat ibadah
· Membimbing masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq, shodaqoh, hibah dan wakaf
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah
· Memajukan dan memperbarui pendidikan dasar dan menengah
· Merealisasikan amal usaha pendidikan sbg sarana dakwah dan perkaderan.
· Mengusahakan peningkatan dan standarisasi kesejahteraan pengelola AUM Dikdasmen
m bagus abu bakar
BalasHapusKMD:
-Tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah sangatlah banyak dan kompleks. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara bukanlah tugas yang kecil untuk dilaksanakan. Pimpinan mengemban tugas yang berat untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang unsur pembantu pimpinan. Sebagai wujudnya berupa majelis dan Lembaga, badan dan biro Muhammadiyah. Unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah berperan membantu pelaksanaan tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah.
a. Macam-macam Majelis
Ada 8 macam Majelis yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam Majelis Muhammadiyah.
1. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus
2. Majelis Tarjih dan Tandus
3. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan
4. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah
5. Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani
6. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
7. Majelis Wakaf dan Zakat, Infaq, dan Sadaqah
8. Majelis Ekonomi
b. Macam-macam Lembaga
Ada 9 macam lembaga yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam lembaga Muhammadiyah.
1. Lembaga Hikmah dan Hubungan Luar Negeri
2. Lembaga Pemberdayaan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia
3. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi
4. Lembaga Seni Budaya
5. Lembaga Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan
6. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup
7. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah
8. Lembaga Pustaka dan Informasi
9. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan
silvia seva varanti
BalasHapusPAI
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
16. Ruku'
17. I'tidal
18. Sujud
19. Duduk di antara dua sujud dengan
20. Sujud kedua
21. Duduk tasyahud
22. Salam
23. Mendengarkan khotbah dengan khusyu
silvia seva varantai
BalasHapusKMD:
-Tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah sangatlah banyak dan kompleks. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara bukanlah tugas yang kecil untuk dilaksanakan. Pimpinan mengemban tugas yang berat untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang unsur pembantu pimpinan. Sebagai wujudnya berupa majelis dan Lembaga, badan dan biro Muhammadiyah. Unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah berperan membantu pelaksanaan tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah.
a. Macam-macam Majelis
Ada 8 macam Majelis yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam Majelis Muhammadiyah.
1. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus
2. Majelis Tarjih dan Tandus
3. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan
4. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah
5. Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani
6. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
7. Majelis Wakaf dan Zakat, Infaq, dan Sadaqah
8. Majelis Ekonomi
b. Macam-macam Lembaga
Ada 9 macam lembaga yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam lembaga Muhammadiyah.
1. Lembaga Hikmah dan Hubungan Luar Negeri
2. Lembaga Pemberdayaan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia
3. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi
4. Lembaga Seni Budaya
5. Lembaga Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan
6. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup
7. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah
8. Lembaga Pustaka dan Informasi
9. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan
Elrisa kartika Sandra
BalasHapusPAI:
Ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram (rakaat pertama)
3. Membaca Doa Iftitah
Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."
4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Lalu, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"
5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan embaca surat di Juz 30 disarankan membaca surat Al- A'la
7. Ruku'
8. I'tidal
9. Sujud
10. Duduk di antara dua sujud
11. Sujud kedua
12. Bangkit dari sujud dan bertakbir
13. Takbir (rakaat kedua) sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya
14. Membaca surat Al Fatihah
15. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek di juz 30, disarankan membca surat Al- Ghasyiyah
16. Ruku'
17. I'tidal
18. Sujud
19. Duduk di antara dua sujud dengan
20. Sujud kedua
21. Duduk tasyahud
22. Salam
23. Mendengarkan khotbah dengan khusyu
Elrisa kartika Sandra
BalasHapusKMD:
-Tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah sangatlah banyak dan kompleks. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di seluruh Nusantara bukanlah tugas yang kecil untuk dilaksanakan. Pimpinan mengemban tugas yang berat untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang unsur pembantu pimpinan. Sebagai wujudnya berupa majelis dan Lembaga, badan dan biro Muhammadiyah. Unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah berperan membantu pelaksanaan tugas-tugas pimpinan Muhammadiyah.
a. Macam-macam Majelis
Ada 8 macam Majelis yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam Majelis Muhammadiyah.
1. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus
2. Majelis Tarjih dan Tandus
3. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan
4. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah
5. Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani
6. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
7. Majelis Wakaf dan Zakat, Infaq, dan Sadaqah
8. Majelis Ekonomi
b. Macam-macam Lembaga
Ada 9 macam lembaga yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Berikut ini yang termasuk dalam lembaga Muhammadiyah.
1. Lembaga Hikmah dan Hubungan Luar Negeri
2. Lembaga Pemberdayaan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia
3. Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi
4. Lembaga Seni Budaya
5. Lembaga Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan
6. Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup
7. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah
8. Lembaga Pustaka dan Informasi
9. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan