MATERI KEMUHAMMADIYAHAN KELAS XI IPS (JUM'AT, 29 JANUARI 2021)
SEJARAH PERUMUSAN MATAN KEYAKINAN DAN CITA -CITA HIDUP MUHAMMADIYAH (MKCHM)
Matan keyakinan dan cita cita hidup Muhammadiyah merupakan sebuah ideologi Muhammadiyah. Ideologi Muhammadiyah memang tidak langsung disebut dengan "ideologi", terutama sejak tahun 1968 setelah Muktamar Muhammadiyah ke 37 di Yogyakarta, karena faktor politik orde baru yang sangat sensitif terhadap kata 'Ideologi" di luar ideologi Pancasila.
Karena itu, sejak awal Orde Baru itu Muhammadiyah menggunakan istilah "ideologi" dengan "keyakinan dan cita-cita hidup", sehingga lahirlah Matan Keyakinan dan Cita - cita Hidup Muhammadiyah. MKCHM itulah ideologi Muhammadiyah.
Konsep ideologi dalam Muhammadiyah secara lebih sistematik disuaun dan tertuang dalam MKCHM. Konsep ini dirumuskan tahun 1968 sebagai amanat dari Muktamar ke 37 tahun 1968 di Yogyakarta. Muktamar ke 37 itu sendiri termasuk monumental karena menetapkan langkah baru untuk " Retajdid" atau mentanfidkan kembali gerakan Muhammadiyah dari kejumudan, maka MKCHM merupakan pilar konsepsional untuk memperbaharui gerakan Muhammadiyah melalui prinsip-prinsip keyakinan dan pemikiran mendasar tentang Islam, tentang Muhammadiyah, dan dalam memerankan Muhammadiyah di tengah dinamika baru masyarakat Indonesia.
Sejarah terbentuknya MKCHM ini telah berlangsung lama dan melalui tahapan sejarah yang panjang. Sebab-sebab munculnya gagasan hingga tersusunnya MKCHM ini dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Rumusan MKCHM diputuskan oleh Tanwir Muhammadiyah tahun 1969 di Ponorogo, melaksanakan amanat Muktamar Muhammadiyah ke 37 tahun 1968 di Yogyakarta dan kemudian diubah dan diperbaiki oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasar amanat dan kuasa tanwir tahun 1970.
2. Muktamar Muhammadiyah ke 37 tersebut bertemakan: " Tajdid (pembaharuan) Muhammadiyah " Tajdid yang dimaksud meliputi bidang:
a. Ideologi (keyakinan dan cita cita hidup)
b. Khittah perjuangan
c. Gerak dan amal usaha
d. Organisasi
e. Sasaran.
Berdasarkan keyakinan dan cita cita hidup Muhammadiyah yang bersumber dari ajaran Islam yang murni, Muhammadiyah menyadari tentang kewajiban untuk berjuang dan mengajak segenap golongan untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni, selain itu Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk membangun tanah air Indonesia menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta di ridhai Allah SWT.
Untuk mencapai cita cita tersebut, Muhammadiyah melakukan pola dakwah Islamiyah dengan mengajak pada perbuatan yang ma'ruf (baik) dan mencegah perbuatan yang munkar (keji). Dakwah amar ma'ruf nahi munkar ini dilakukan dengan berbagai cara dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Diantaranya melalui amal usaha bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta amal usaha lainya. Semua gerakan Muhammadiyah didasari dakwah Islamiyah. Sehingga ruh setiap gerakan adalah mengajak pada kebenaran agama Islam secara kaffah (menyeluruh).
Latihan soal:
1. Jelaskan mengapa Muhammadiyah dalam ideologinya tidak menggunakan kata ideologi!
2. Sebutkan gagasan yang lahir pada MKCHm?
Dikerjakan di buku tulis ya.
Komentar
Posting Komentar